Wednesday, November 7, 2012

Motivasi Cinta - Buat Para LDR (Long Distance Relationship)

Buat para pasangan, baik yang saat ini masih pacaran ataupun sudah menikah. Berhubungan dengan berbatas kota, pulau, mungkin juga benua memang sangat menyakitkan. Menyakitkan karena rasa rindu yang sulit untuk mengungkapkannya. Tapi, bila rasa rindu itu sudah begitu dalam dan kemudian bertemu. Hmmm.. Sepertinya indah banget kebersamaan bersama pasangan.

Melakukan LDR ini bukan hanya satu atau dua orang yang melakukannya. Banyak orang didunia ini bahkan di Indonesia yang menjalankan hubungan asmaranya dengan cara LDR. Bagi pasangan LDR, sangat dibutuhkan motivasi cinta agar senantiasa baik untuk si Dia. Pasti untuk terus menjalani hubungan yang baik dalam romantika pacaran atau pernikahan.

Beberapa hal yang saya ketahui untuk memberikan suplemen bagi para LDR bisa menjaga hubungan senantiasa berjalan dengan baik.

1. Selalu hubungi si Dia, kapanpun dan dimanapun

Mulailah cari membeli kartu perdana dengan operator selular yang sangat murah, mulai dari SMS atau telepon. Karena, dengan hanya mendengar suara biasanya rasa kangen itu bisa sedikit terobati. Iseng - isenglah untuk menelponnya saat anda dan dia bekerja. Tinggalkan hape anda tetap hidup, agar bisa mendengar aktivitas masing - masing.

Mungkin sebagian orang bilang itu boros sekali. Itulah mengapa saya sarankan untuk membeli kartu perdana yang murah untuk melakukan itu semua.

2. Tambahkan edukasi anda mengenai romansa.

Banyak orang ingin memiliki kehidupan romantika yang sepeti di film - film. Tapi, jangan hanya belajar di film - film. Mulailah bergerak untuk belajar untuk menambah motivasi cinta dengan si dia melalui berbagai sumber di internet atau buku - buku. Pastikan bukan hanya membaca cara mendekati pria atau wanita yang baru. Tapi, berfokuslah membaca materi mengenai mempertahankan hubungan dengan si dia. Intinya buat kehidupan romansa anda berjalan dengan baik.

Saran sih, coba membaca artikel - artikel di HitmanSystem.com atau Updaterus.com. Semoga semakin banyak pengatahuan untuk menjalani LDR lebih baik lagi.

3. Berkumpul dengan komunitas LDR.

Agar motivasi cinta anda tetap terus berlanjut, coba deh berkumpul dengan komunitas yang menjalankan hubungan cintanya dengan cara LDR. Disana banyak curahan hati mengenai LDR yang menggugah perasaan hati kita, karena bisa jadi hal yang sama kita rasakan juga dirasakan oleh orang lain juga.

Akibatnya sih sedikit mengalami melankolis dalam aktivitas kita sehari-hari. Tapi, bukanlah masalah jika kita merasakannya tidak terlalu sering. Karena jika terlalu sering melankolis takutnya mengganggu aktivitas kita. Oleh karena itu, sebaiknya kembali ke point no. 1. :-)

Komunitas LDR nih buat kamu bisa mempertahankan motivasi cinta kamu dengan si dia. Bisa bergabung di @LongDistance_R atau myldrstory.blogspot.com

4. Gunain Attract Love dan visualisasikan si dia selalu mencintai anda.

Coba kamu mulai search di Google dan ketikkan kata kunci "attract love kaskus". Mungkin disana banyak testimonial mengenai para juragan Kaskus yang senang sekali mendapatkan pacar baru. Tapi, bukan hanya itu saja loh peran attract love. Seperti artinya, menarik cinta. Cinta yang dimaksud adalah cinta secara universal, dari teman, orang lain, orang tua dll.

Sambil menggunakan attract love, coba sekaligus mevisualisaikan si dia selalu rindu dan kangen. Ingin selalu menghubungi anda dan mengatakan rasa sayang dan selalu menghadirkan suara manja dari si dia.

Beberapa orang mungkin merasa bingung dengan, apa yang saya tulis diatas. Menurut Erbe Sentanu, "bingung merupakan transisi menuju tahu". Jadi, mulailah pelajari mengapa bisa begitu dan mulai baca - baca di thread Kaskus yang saya rekomendasikan.

Selamat menikmati LDR ya bro's and sist's !!!!! :-D

Monday, August 6, 2012

Apa Yang Kita Ingat? Panas atau Kesejukannya?

Sudah hampir 2 hari saya berada dikampung halaman. Setelah bekerja keras menyelesaikan skripsi yang banyak menyita waktu. Akhirnya saya punya waktu untuk pulang dan menikmati keadaan di rumah.

Walaupun kampung halaman saya di Kalimantan yang memiliki suhu yang panas. Tetap saja suhu panas di kampung halaman sendiri lebih baik daripada suhu dingin dikampung orang lain. Kampung halaman penuh dengan cerita dan bahagia.

Ada hal yang menjadi pemikiran saya, yaitu mengenai panas. Tidak sedikit yang pernah saya temui, banyak orang yang mengeluh tentang panasnya kampung halaman saya. Bahkan tidak menutup kemungkinan, orang-orang didaerah lain juga mengeluhkan hal yang kurang lebih sama. Sehingga banyak yang mengaitkan keadaan suhu panas ini dengan global warming.

Kali ini saya tidak membahas tentang global warming,karena udah banyak website atau blog yang membahasnya. Tapi pada saat saya berjalan menemani kakak dan ponakan untuk membayar tagihan listrik, air dan telpon. Saya mencoba berdialog dengan diri saya sendiri dan keadaan itu memang terasa begitu panas.

Saya mengeluh dengan kondisi panas yang begitu menyengat. Setelah menikmati suhu dingin di Malang, terasa kontras ketika menikmati suhu di Kalimantan. Huh.. Gerah bro !!!

Kalau bisa di terjemahkan panas itu dalam kehidupan sehari-hari yang saya alami, seperti cobaan yang menghajar terus-menerus. Seperti tidak terhindarkan, bikin kepala terasa panas, ada yang ganggu sedikit rasanya mau marah saja, keringat bercucuran dll. Penjelasan-penjelasan negatif dalam kepala sepertinya menjadi satu-satunya alasan paling tepat pada saat itu.

Tapi, seketika ada pikiran lain yang menolak segala hal negatif dalam otak saya seiring dengan berhembusnya angin sepoy-sepoy ketubuh saya. Kebetulan pada saat itu saya juga sedang berada dibawah pohon ketapang yang rindang.

Hmmm.. Sejuk sekali angin yang berhembus. Menghilangkan rasa panas seketika.

Kemudian pikiran saya yang lain mengatakan, kenapa sih harus berfokus pada panasnya udara saja? Tuh barusan kamu merasakan sejuknya angin yang berhembus. Kenapa kamu gak berpikir positif? Saat panas menyengat, secara bersamaan kan ada angin yang menyertainya.

Betul juga sih…

Seharusnya saya berpikir positif, tidak mungkin suhu panas akan selamanya panas, pasti ada hal untuk mengatasinya. Bahkan saat itu, saya berada di bawah rindangnya pohon ketapang. Untung saja pikiran saya yang lain mengingatkan, daripada berpikir soal panas, tetap saja panas dan panas yang didapatkan. Tapi, kalau berpikir bahwa panas tidak selamanya panas. Kita hanya perlu mencari tempat yang rindang dan menunggu angin berhembus kemudian nikmati kesejukkannya.

Inilah yang menjadi pilihan kita, pada saat sesuatu hal yang kurang menyenangkan menghampiri. Apakah kita ingin mengeluhkan atau menunggu (sabar) menikmati hal yang kurang menyenangkan itu hingga datang hal yang menyenangkan yang mengiringinya?

Jadi, mau pilih ingat panas atau kesejukkannya?

Hidup memang penuh dengan pilihan. :)